h1

Barometer Manusia (Sholat)

February 22, 2010

MisSane

Rukun islam, yang kedua
ialah satu amalan
yang dimulakan dengan takbiratul ihram
diakhirkan dengan salam

Sholat, tiang agama
barometer manusia
jika baik sholatnya
baik pula aqidah-akhlaknya

Amar ma’ruf, nahi mungkar
sholat menghindarkan kita dari perbuatan kasar
menumbuhkan sifat sabar
selamatkan kita di padang mahsyar

Allahu akbar
Allahu akbar

h1

Wujud ibadat (sholat)

February 22, 2010

MisSane

Satu ketika, turun perintah
pada malam isra’ mi’raj
perintah sholat, untuk umat muhammad
hanya untuk Allah beribadah..

Dalam sehat-sakitku
damai-perangku
di perjalananku
ku tetap mengerjakan,,,

sholat..
wujud ibadat
dengan khidmat, menghadap ke Hadirat
Allahu ahad ,, Allahusshomad,, lam yalid walam yulad…

Hanya kepada-Mu aku menyembah
Hanya kepada-Mu aku meminta

h1

Kesaksian

February 22, 2010

MisSane

Kuikrarkan satu keyakinan
Kepada Allah aku beriman
Kepada Rasulullah aku percayakan
Hidup-matiku dijalan islam

Kusaksikan satu keagungan
seisi alam Kau yang ciptakan
Gunung-lautan, tumbuhan-hewan
Siang-malam, matahari juga

rembulan.

Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh
Tiada Tuhan selain Allah
Muhammadar Rasulullâh
Nabi Muhammad utusan Allah

Kusaksikan satu pengorbanan
Nabi Muhammad untuk meyakinkan
Penduduk Mekah serta Madinah
pada Awal mula islam disebarkan

h1

Biola

April 13, 2009

MisSane TalenTisT

Intro
Secara umum, musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.

Bridge
Asal Usul Biola
Berbicara tentang musik, kita tidak akan terlepas membincangkan pula instrument  penghasil bunyi-bunyian musik itu sendiri. Juga Biola.

Biola termasuk salah satu alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik dawai keluarga biola yang lain adalah Viola, Cello, dan Contrabass. Perbedaannya terletak pada ukurannya, namun cara berbunyi dan cara resonansinya sama. Deretan instrument musik tersebut adalah  kelompok alat musik inti yang mengisi orkestra simfoni kuno.

Menurut catatan kuno bangsa Aria di India, pada 5.000 tahun yang lampau, raja Ravana dari negara Sri Langka telah mencipta alat musik yang menggunakan senar-busur, yakni Ravanastron, kemudian Ravanastron menyebar ke Afghanistan, Persia, Tiongkok, wilayah Arab hingga ke Negara-negara Eropa seiring dengan perluasan pengaruh Islam ke Andalusia (Spanyol). Pada abad pertengahan di Eropa, wilayah perkembangan alat musik gesek ialah Italia, Jerman dan Perancis, meskipun asal usul alat musik gesek bukan di Eropa, tetapi telah dibesarkan dan berjaya di Eropa

Nama-nama Biola

Merunut sejarah asal usulnya, Biola mempunyai nama-nama sebagai berikut;  Ravanastron (India Kuno), Rebaba/Rebab (Arab), Rebec/Rebeca (Spanyol), Huqin (Tiongkok), Gadulka (Eropa Timur), Sarangi dan Sardi (India), Morinchur (Mongolia), Fiddle (Jerman), Violin (Latin Tengah, juga  Amerika-Inggris) dll.

Pembuatan Biola; Bahan dan Kualitasnya

Umumnya permukaan atas biola dibuat dari kayu spruce, sejenis kayu cemara, yang dipahat sehingga memiliki bentuk yang simetris dan diberi dua lubang suara (atau lubang-F, diberi nama demikian karena bentuknya). Sedangkan bagian belakang dan samping biola dibuat dari kayu mapel, biasa dipilih yang memiliki alur yang sama. Bagian belakang biola umumnya dibuat dari kayu utuh yang dipahat secara simetris.

Leher biola biasanya terbuat dari kayu mapel yang setipe dengan bagian belakang dan samping badan biola. Begitu juga dengan jembatan biola, terbuat dari bahan yang sama. Pada leher biola terdapat papan jari yang dibuat dari kayu eboni atau kayu lain yang dicat hitam. Kayu eboni sering dipilih oleh pengrajin biola karena sifatnya yang keras, menawan, dan tahan lama.

Busur biola terdiri dari sebatang kayu dan berhelai-helai rambut kuda yang dipasang dari satu ujung tongkat ke ujung yang lain. Rambut yang digunakan untuk busur biola ini biasanya diambil dari rambut ekor kuda putih jantan (rambutnya juga selalu bewarna putih keemasan), meskipun busur-busur yang lebih murah menggunakan serat sintetis. Jika busur biola rajin digosok dengan gala (Bahasa Inggris: rosin) akan membuat ‘cengkeraman’ busur ke senar menjadi lebih stabil dan terkontrol (tidak gampang lepas), dan dapat membantu teknik getaran. Batang kayu yang digunakan biasanya dibuat dari kayu pernambuco untuk hasil yang terbaik atau dari kayu brasil yang lebih murah, dan busur yang murah biasanya menggunakan serat gelas. Inovasi terakhir telah memungkinkan serat karbon untuk digunakan sebagai materi pembuatan batang kayu busur biola.

Senar biola. Senar dibuat dari usus domba, direntangkan, dikeringkan, lalu dipelintir. Pada suatu ketika ditemukan bahwa senar usus ini dapat dikembangkan dengan cara dicampuri logam. Hingga kini, senar modern banyak menggunakan baja padat, baja untingan, atau berbagai bahan sintetis.

Ukuran Biola

Anak-anak yang mulai belajar biola pada saat belum bertumbuh maksimal biasanya menggunakan biola yang berukuran lebih kecil yang dimulai dari yang terkecil 1/16, 1/10, 1/8, 1/4, 2/4 (1/2), 3/4, dan biola untuk dewasa 4/4. Kadang kadang biola berukuran 1/32 juga digunakan (ukurannya sangat kecil).

Panjang badan (tidak termasuk leher) biola ‘penuh’ atau ukuran 4/4 adalah sekitar 36 cm (atau lebih kecil menurut beberapa model dari abad ke-17). Biola 3/4 sepanjang 33 cm, 1/2 sepanjang 30 cm. Sebagai perbandingannya, viola ‘penuh’ berukuran sekitar 40 cm.


Reff

Bermain Biola

Untuk dapat memainkan sebuah biola bagi para pemula adalah suatu hal yang tidak mudah. Karena biola merupakan alat musik gesek yang juga sesekali dimainkan dengan cara dipetik (pizzicato) tidak mempunyai fret penanda jari seperti gitar. Oleh karenanya, para pengajar biasanya memberikan tanda fret sendiri pada biola murid-muridnya. Tanda-tanda itu disesuaikan dengan skala nada mayor.  Fret-fret tersebut umumnya ditandai dengan menggunakan isolatip putih atau tip-ex. Jika sering berlatih, tip-ex tersebut akan hilang sendirinya terhapus dengan jari saat menekan pada sekala yang tepat. Untuk dapat bermain biola, memang membutuhkan daya kesabaran yang luar biasa. Karena papan jari yang fretless, jika kita menekan pada titik nada yang salah maka hanya nada sumbanglah yang akan kita dengar. Umumnya, waktu berlatih biola bagi pemula adalah tiga sampai empat jam perhari.

Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain. Nada yang paling rendah adalah G. Di antara keluarga biola, yaitu dengan viola dan cello, biola memiliki nada yang tertinggi. Kertas musik untuk biola hampir selalu menggunakan atau ditulis pada kunci G.

Beberapa Istilah dalam Memainkan Biola
Biola, selain dapat dibunyikan dengan cara digesek, ada pula kreasi bermain biola dengan cara dipetik. Inilah yang disebut dengan pizzicato.

Double stops and drones. Pemberhentian ganda merupakan istilah untuk teknik memainkan biola dengan menggesek dua nada tertutup pada dua senar yang berbeda secara bersamaan, yang menghasilkan bunyi kord. Teknik pemberhentian ganda juga dapat dimainkan hanya dengan satu nada tertutup dan nada lainnya merupakan Senar terbuka. Tiga atau empat nada juga dapat dimainkan secara bersamaan oleh pemain yang mahir, yang masing-masing disebut dengan ‘pemberhentian ganda tiga’ dan ‘pemberhentian ganda empat’ (nada-nadanya dapat dimainkan secara bersamaan atau dengan melakukan teknik pemberhentian ganda dua kali).

Untuk memperoleh hasil suara yang lebih ekspresif dalam memainkan biola, biasanya pemain akan menggetar-getarkan senar diatas papan jari yang biasa kita sebut vibrato. Dalam tekhnik vibrato, yang perlu diperhatikan adalah gerak antara tangan dan lengan kiri. Karena dengan adanya variasi gerak antara tangan dan lengan juga akan menghasilkan bunyi getaran yang berbeda-beda.

Tremolo adalah istilah dalam memainkan instrument musik dengan cara dipetik berulang dengan kecepatan tinggi, biasanya dimainkan pada ujung atas tongkat/bususr biola. Tremolo tidak hanya dapat dimainkan dengan biola, tetapi segala alat musik petik, begitu juga gitar.

Col legno, memukul dengan kayu dari tongkat biola, bukan pada rambutnya. Tekhnik ini sangat jarang dimainkan.

Bermain harmoni berarti memainkan biola dengan cara mengiringi melodi. Pada saat menggesek, biola dibunyikan dengan cara menyentuh, bukan ditekan.

Martelé
, teknik menggesek dengan sedikit menekan gesekan tersebut hingga menambah aksen yang berbeda.


Ending

Biola bukan saja alat musik kelas atas, bukan juga alat musik yang hanya dimainkan oleh orang tua. Bukan pula alat musik yang hanya bermain jenis klasik selaiknya pada zaman Barok. Dewasa ini, biola banyak disukai kalangan muda karena beberapa pemain biola ahli memperkenalkan jenis pop dan rock dalam memainkannya. Sehingga memotivasi para muda untuk bisa memainkan biola dengan segala variasi gesek dan petik. Meski banyak pula yang mengira bermain biola adalah susah. Namun tidak ada hal yang sulit jika kita berlath dengan benar dan serius.

*disarikan dari berbagai sumber

h1

Komen Wihdah 2008-2009

March 24, 2009

Suzan Dwi Selawati

Salam semua untuk rekanita Wihdah. Semoga kita selalu dalam naungan rahmat dan ridha-Nya, amin.

Satu tahun adalah jangka waktu yang tidak sebentar bagi seseorang yang sedang mengemban tugas. Merupakan satu masa bhakti yang tidak ringan untuk dihadapi. Menjalankan mandat yang telah diamanatkan pada  satu kesepakatan bersama.

Begitu pula yang mungkin dapat dirasakan oleh rekanita kepengurusan Wihdah, khususnya para pengemban amanat periode 2008-2009. Sebagai organisasi kemahasiswaan yang bergerak dalam berbagai bidang, pengemban amanat Wihdah dituntut untuk bisa menyeimbangkan antara visi misi dan sosialisasinya. Seberapa banyak program kerja yang dirancang, seyogyanya dapat distandarkan dengan kondisi masisir. Hal ini dimaksudkan agar program kerja dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Tidak mudah memang untuk membentuk satu massa yang solid. Dengan melihat betapa beragamnya latar belakang dari masing-masing individu ataupun kelompok yang majemuk. Karenanya Wihdah diharapkan dapat menggiatkan komunikasi inter-external yang dapat diwujudkan dalam evaluasi rutinan, safari kekeluargaan, senat, atau bahkan temu asrama –melihat beragamnya tempat tinggal masisir yang tidak terpusat- untuk mempublikasikan acara dan mensosialisasikan program kerja.

Sebagai anggota yang berdomisili jauh dari komunitas Masisir. Kami sebisa mungkin untuk mengakses informasi melalui internet, mailing list, offline message, website dan blog ataupun kabar langsung dari teman saat berpapasan di jalan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kabar-kabar tersebut -penting ataupun tidak- agar sampai pada telinga kami belum bisa dipastikan akan sampai tepat waktu.

Harapan kami pada masa mendatang Wihdah dapat menggiatkan komunikasi dan mempublikasikan program kerja secara merata dengan memanfaatkan fasilitas tekhnologi ataupun melalui forum silaturrahmi. Menyeimbangkan antara visi-misi dan sosialisasi. Serta menyemarakkan kegiatan masisir sesuai kondisi yang dinamis.

Suzan Dwi Selawati @Asrama Muslimah Majlis A’la.

Tahrir,  6 januari 2009.

h1

The Groom She Wants

March 24, 2009

MisSane

It is early morning, when the dawn has just turned to bright. Quiet is all around, no sound, no working. The sun is slowly rising and sunlight is entering room from the shutter. Gina wakes up and found her friend still sleeping, right beside her.

“Honey, Wake up!” Gina is trying to wake Hanna.

“Hmm…” Hanna answered laziness and back to sleep again.

“Honey..! Please… you haven’t prayed subuh yet!” Gina goes on trying to wake her.

Hanna felt her body down under the bed into carpet and sit. She looked at the clock in glance. Knowing that the time is rapidly running, she hurried into the bath room…

###

Gina and Hanna are closed friends. They both have beauty face, but they have different way to think, life style, and senses. Gina is calm, while Hanna is more attractive. It is very reasonable, because they grew up in different backgrounds. Gina is the daughter of a teacher of low estate but Hanna is the daughter of rich parent and grows up in a glamour family.

One thing that makes them closed is they are in the same age.

Commonly, the parents sent their child to study abroad to continue their grade. But Gina’s father sent her study abroad just to makes her want and like to study then attend to university. After graduation of her senior high school, Gina taught in junior high school. Sometimes, she gave private course. Gina has earned money in early age and she enjoyed her life. But her father wanted her to continue her study by attending to university. Gina refused. Then her father offered her to study abroad. Egypt is the best choice for Gina because she is fond of Islamic history. It said that Egypt is the country of the prophets and mother of the world.

The main reason that Gina doesn’t want to continue her study is not just because she has a proper job and she has made her own money already. But…

“I’m sorry my dear, mama can’t help you any further. I know Hazim is a good boy, but you are still young…I’m sure that your father will be bitterly disappointed with your decision. Trust mama, if he is your future mate, God will gather both of you.”  Gina’s mom was trying to set her mind at rest.

That was Gina’s fate. She obeyed her parent defenselessly. She is all ears even she has to break up with brother Hazim, a very good guy who has proposed her.

Hanna has another story. Hanna has never failed to fill her desire, served her need, and she always got what she wanted. She lived with no rules. Realized the fact, her parent were getting worry about her future. Then they sent her to this country, to learn more about Islam.

Finally Gina and Hanna attend to university in the late age, while other students are younger! Now is the final year for both Gina and Hanna.

###

Hanna comes back late. She is looking at Gina who slept before her, very tight. Hanna is smiling alone, her cheeks are red. She sits behind the window, staring at the sky. She found the moon is full and sure her heart is too. She is falling in love.

It is not her first time to fall in love. She used to make a relationship with some guys before. Love has made her laugh also cry. But Hanna is Hanna, never regrets to fall in love again. Even love hurt her more and more… but Hanna has her own way to end up her relationship, she always moved away before her boyfriend if she realized that he was getting changed.

“What’s the matter with you, Honey?” Gina broke the silent. She opened the conversation while Hanna didn’t realize that Gina was pretending to be asleep.

“Ups! Miss G. You haven’t slept yet.” Hanna surprised knowing that Gina is awake and began to tell story confidently. “Owh…Miss G, my dear, my love, my… oh my…You should know who is the lucky guy that is falling in love into me right now! He is Omar, someone called a Gus, Gus Omar. He is a son of the famous Kyai in our country. Oh, then both of us are lucky. He asked me to have a serious relationship, but I haven’t answered yet. Don’t you think that it’s too fast, right?! Owh my God, so sweet…!” She continued talking proudly.

Gina is waking up and sitting on her bad. “Owh, so he is Gus Omar your victim right now or maybe you will be the victim of him. Remember when you were crying aloud with pain” Gina reminded her friend to the moment that she was broken hearted.

“Don’t talk about victim, too scary to be heard. Call it LOVE. At least, he told me that he is serious. Hehehe…Take it easy Miss G, everything is under control. I used to cry a day for my broken heart, but I was always happy everyday before that day.” Hanna slightly said back, answered Gina.

“Don’t play with fire, Girl. You may get burned. It might be sweet in the beginning, but bitter in the end” Gina advised her.

“Owh, come on Miss G, don’t set your life in grief. If you are still thinking over him, you won’t find the groom!” Hanna began to blister her friend. “I know brother Hazim is your ideal prince, but he is belonging to another woman now. He is not yours anymore.” Hanna continued talking. “How many guys who came over you and you have rejected them?! Open your heart Miss G, give them a chance to make you happy, smile.”

“Have you finished judging me?” Gina alluded to her friend’s statement.

“I didn’t mind to judge you Miss G, Owh please…We are mature enough to have a special relationship…” Hanna avoided Gina’s thought.

“That’s the reason, Honey. Because we are mature enough, we are too old to make a relationship such a game! Be serious, honey.” Gina answered quickly. “And as a matter of fact, I haven’t been hoping brother Hazim back. I just admiring his character and hoping my future mate would be like him. As you knew, the guys who came over me have never been serious. If they really wanted me, they have proposed me and talked it over with my parent. Like brother Hazim has done.” Gina explained. “One thing you should know, I suggest you to ask Gus Omar to marry you. He’s a good guy. Don’t take too much time for something good.” Gina ended the conversation, then she back to sleep.

“What’s?! Get married?!” Hanna screamed aloud and shook Gina’s body.

“Stop it, Honey. Stop…!” Gina screamed back.

Then they continued talking until they sleep.

###

Hanna declared her surrender. She has been thinking a lot. It’s the right time to end up her status as a single. But as a woman, she is too shy to ask a man to marry her. But Gina is right. Having relationship with a guy before married is ashamed. Besides, her relationship with Gus Omar has just made her down. People will assume that Hanna more aggressive than him. Gus Omar is always right because he comes from “white family” and Hanna just the girl who wants to get high status being married to him.

In the other day, Hanna gathered her brave to talk it over with Gus Omar. Lucky Hanna because Gus Omar has understood what Hanna meant.

###

Today must be a happy day for Hanna. It’s her wedding day with Gus Omar. She is wearing white bridal gown. She looks so beautiful!

Gina stands across the guest’s seat from Hanna and smiling at her. Both Hanna and Gus Omar come from a rich and honored family. They have invited a lot of guests from all circles of society.

“Tit…tit. Tit…tit…”  Gina realized that there’s a SMS came. Then she opens her mobile and reads the message “HELLO MISS G, LOOK AT 11 O’CLOCK. HE WANTS YOU!”

###

h1

Beware! A Mugger is Everywhere

December 2, 2008

Suzan Dwi Selawati

It was Saturday afternoon, November, 22nd. I went on the way to my friend’s house. It’s located in Nasr City, Gami station, 10th district. I’ve planned to take some costumes that I’ve left them a week before. Those costumes were planned to be worn in TeROBOSAN anniversary in our performance there. We had not worn them because those costumes were too small. Then we left them there in one of us.

I live in Tahrir. I had to take two transportations to get there, my friend’s house. In the middle of my way there, I sent SMS to him, made sure that he’s in home. He replied.

I arrived in Gami station about 2 pm. It was sunny afternoon. I saw people surround me were working as they usually do along the street. All around was crowded. Then I crossed an empty path toward my friend’s house. I saw a plastic pipe was watering the plants in the garden in front of my friend’s apartment building.

I walked alone the street. I didn’t realize that someone was following my way until I turned left entering the building’s gate. My eyes were caught a young boy walking after me. I guessed that he was a boy in senior high school who stayed in the same building with my friend’s.

I’ve just been entering the gate with no worry at all. He followed. Suddenly, I realized that I was mugged by him, a young boy who walked after me. He closed my mouth and thrown my head on the wall…

THANKS GOD! I finally could fight back and I screamed loudly, “A Mugger..! A Mugger..!” He moved away from me, realizing that my screams have awakened the people. He run away and left the building in hurry.

I kept on screaming until the people surround me were rapidly coming. I felt so dizzy, but I was still realizing that there were some Indonesian students who stayed right in front of the happen has occurred. They helped me much. Two persons run after the mugger quickly when I pointed the way that the mugger has run and the other students were still staying with me. They asked me what was happened, what was the mugger look alike, etc. Poor me, I couldn’t easily recognize him. What I’ve remembered were he wasn’t tall enough, thin and wearing a cap. I explained shortly before I was eager to be in my friend’s house taking some rest. They let me in their house, but I decided to take a rest in my friend’s, because I don’t know them. I just can say thanks for these.

God saves me also my bag that I brought. Nothing has stolen unless my brave. I haven’t seen this situation in Egypt before about three or four years ago. I guess that the international global crises have influenced the economic and security in the whole of the countries.

To all my friends, the crime is not always occurs by a deliberateness but also by a chance. It may be took place in public or in empty area, day or night, individual or in group.

Please beware of going everywhere with or without friends. Call the emergency number you know. And if a mugger comes to you, the first thing you can do is SCREAM as you can, because all the people will recognize the SIGN.