Archive for the ‘Puisi dan Sajak’ Category

h1

Ibu

August 11, 2008

Ibu,
kenapa kau bisa tau
saat galau dan risau menggelayuti hatiku?
Apakah hatimu adalah hatiku dan hatiku adalah hatimu?

Saat aku jauh,
keseharianmu adalah menunggu
khawatirmu pun khawatirku
karenanya aku tak mau kau punyai rasa itu.

Seberapapun kemarahanmu kau luapkan padaku
masih sempat kau tanyakan, “Nak, apa kau sudah makan?”
Karena jengkel aku pun enggan menjawab.
Namun kau tetap tawarkan, “Makanlah, Nak. Ibu sudah siapkan di meja makan.”

Kau adalah satu-satunya yang membelaku
saat teman-teman dan selainnya mencaci maki kekuranganku
lalu kau memelukku seraya membisikkan,
“Kaulah yang paling sempurna di dunia ini, Nak! Ibu lengkap dengan hadirmu.”

26 tahun silam kau perjuangkan aku untuk bisa hadir bersamamu
menikmati hangatnya mentari di muka bumi ini,
begitulah kasih sayangmu menjelma
tulus tiada bandingnya.

Anakmu,
MisSane

h1

Kasihku Menikah Hari Ini

October 29, 2007

MisSane

Aku hanyalah seorang pangeran tanpa kerajaan
Mengembara menyibak semak hutan
Berlayar membelah lautan
Demi satu tujuan

Aku tak kuasa membuatmu menunggu
Berharap penuh atas kedatanganku yang tak tentu
Tapi percayalah yang sedih tak hanya kamu
Karena akupun begitu

Maaf karena aku tak bisa perlakukanmu layaknya seorang putri
Buang jauh pikiranmu bahwa aku ingkar janji
Meski kucoba berlapang dada, namun berat juga di hati
Kurelakan kau menikah hari ini

h1

Terapi Hati

October 27, 2007

MisSane

Segala tentangmu bergelayut di kepala
dan susah payah aku berjingkat darinya
Kuikuti waktu yang tak juga menenggelamkan lupa
Bahkan pada mimpipun kau selalu bertakhta

Aku lari pada lingkaran
berputar-putar bersamaan dengan angan-angan
Karena tidak adamu juga beban
tergantikan oleh dugaan-dugaan

Aku lelah tapi bukan berarti menyerah
Kugantungkan pada Tuhan dan berpasrah
Anggap saja ini sebuah kisah
Agar hilang segala resah

Kosongkan pikiran isi hati dengan pujapuji
Sebut nama Dia sang pemilik bulan dan Matahari
Karena Dia pula Maha Pembolakbalikkan hati
Ikhlaskan segala yang datang dan yang pergi

27 September 2007

h1

Datang dan Pergi

October 27, 2007

MisSane

Hal penting datang tiba-tiba
Sesuatu yang tak sempat terduga
Tapi tak kudengar di telinga
Tak juga kulihat dengan mata

Satu datang, satu pergi
Sesiapapun tak juga mengabari
Seolah satu persatu tak mengenaliku lagi
Asing dan berasa sendiri

Ingin mengumpat pada siapa
Karena kuyakin semua tiada guna
Seketika kuterdiam tanpa bahasa
Mengumpulkan detik, mendatangkan lupa

Aku membisu beberapa waktu
dan marahkupun berlalu.

27 September 2007

h1

Ku Tunggu Datangmu selalu

April 2, 2007

Ku Tunggu Datangmu selalu
MisSane

Satu diantara seribu,
hanya kau yang kutunggu.

Kubaca selalu surat-surat itu
dengan nada khas memori padamu
Karena syahdu menguasai rinduku
jauh dalam hati bergetar menderu

Tanpamu,
tak kudengar lantunan irama khasmu
sepi sepanjang malam-malamku
kering dahaga menyelimuti kalbu.

Bersamamu,
hari terisi kasih
penuh puja-puji
setiap satu detik terasa sangat berarti.

Suara-suara bersahutan penuh talu,
sepanjang malam hingga pagi beralu.
Kujaga siang, kunanti petang
Tiba malam tiada terpejam.

Kunantikan selalu datangmu
dengan segala rindu
dan semoga dapat kujumpaimu
selalu

h1

Dimana Sayangku

April 2, 2007

Dimana Sayangku
MisSane

Sulit kuungkap
Semua kata terucap gagap
Kukelabuhi rasa dengan khawatir
meski berasa sangat getir
Tapi tak juga dapat aku memungkir
karena sempat aku mengukir

Pada wajahmu,
kulukis senyum di bibirmu
kucipta tangis di matamu
dan kupahat amarah hingga menusuk hatimu.

Memilih adalah dilema
Kutepis tanyamu kenapa
Melihat sikapmu meniadakan asa
karena angkuh menyertai jiwa.
Kuberi rasa, hatimu dimana
kulepas cinta, jika kau suka.

September 06, 2006

h1

Cerita Seorang Kalah

April 2, 2007

Cerita Seorang Kalah
MisSane
Kekalahan adalah masa dimana kita berhenti beranjak.
Saat keberuntungan sedang tidak berpihak
Dan kita hanya berdiri terbelalak
Diam tanpa gerak.

Sementara laju zaman berlari cepat
Dan kita masih saja mengumpat
Membicarakan diri yang tak juga terangkat
Dari kejayaan yang terasa sulit kita dapat.

Lalat buta berkali-kali menabrakkan tubuhnya pada kaca
Meski sulit dipercaya, tapi dia tetap saja melakukannya.
Semut lemah memikul butiran kristal gula sebesar tubuhnya
Menaiki dinding datar yang tak hanya sekali menjatuhkannya.

Ternyata,
membunuh putus asa adalah semangatnya
Kesabaran adalah denyut nadinya
Dan kegigihan selalu bergerak seiring darah mengalir dalam tubuhnya.

Kalah datang dengan tiba-tiba
Menang didapat tanpa terduga
Itu sangat biasa
Karena yang terpenting adalah prosesnya.
Berusahalah!

September 01, 2006

h1

Surga Kembali

April 2, 2007

Surga Kembali
MisSaneJika bumi merelakan tubuhnya untuk selalu dipijak,
dan matahari tak pernah mengeluhkan sinarnya.
Aku hanya mampu menantimu mengeluarkan kata dan tersenyum ramah.

Saat angin yang berbisik,
dan hujan hanya rintik-rintik.
Tangisku mulai terik,
menahan rasa yang begitu pelik.

Sementara samudera luas tanpa riak,
langit biru tak bergejolak.
Tapi aku tetap tak kuasa dan berteriak,
betapa rindu terpaut jarak.

Dan kabar dikirimkan Merpati,
Warna-warni laksana pelangi.
Meski berkawan sepi,
dengannya aku tak merasa sendiri.

h1

Gundukan Pasir

April 2, 2007

Gundukan Pasir
MisSane

Tengah sahara tetap diam tanpa mata air savaga
Begitu angkuh tanpa pedulikan kafilah yang melewatinya bersama onta-onta mereka.
Selamanya akan tetap ditempatnya hingga angin yang mengajaknya pergi perlahan,
dengan bisikan dan nyanyian yang sedikit membuatnya menari.

Sahara kembali diam kala disadarinya ngin-angin itu hanya sebentar melaluinya dan sedikit mengajaknya menari
Segalanya akan tetap sama hingga badai datang menghantam gurun, mengamukkan sahara,
dan melukai kafilah bersama onta-onta mereka.

h1

SEJATIMU

April 2, 2007

SEJATIMU
MisSane

Yang tak mampu aku tempuh
tetaplah angkuh.
Rona kelam yang mewarnai silammu
tak juga tersibak tirai acuhmu
tetaplah kamu
yang seperti itu.

Aku yang kuncup dulu
tumbuh mekar dengan pesonamu
tak henti memujamu
Hingga kudapati tak berartinya aku
saat itu.

Kejujuranku bungkam untuk cintaimu
hanya beribu pertanyaan yang mengelabuhiku
benarkah itu?

Dan apa yang kita lalui adalah tanpa restu
nurani kita yang bening menolak semua itu.
Tapi tak juga kita dapat berjingkat dari waktu
yang memberi kita kesempatan untuk bertemu senyum palsu.

Masing-masing kita membawa ragu
akan esok yang seharusnya entah kapan berlalu
memecahkan keangkuhan yang beku.
Sampai pada masa menunggu yang tak menemui jemu
berakhir dengan tanpa kecewa mendapati sendu.

Karena setiap kita adalah pencipta
tanpa putus asa yang mengganggu
dihadapan gemerlap silau lampu
yang tak tertembus oleh pintu kesegaran hati yang perlahan layu,
seterusnya redup karena lelah menyerbu

Dan saat itu
Pantaskah kita menginginkan agar semula mematahkan angkuh
Hingga tak mungkin kita hanya mendapati sendu.

Masing-masing kita menuju pintu yang entah siapa berdiri menunggu.
Semoga itu tetap aku,
yang turut merasakan kebahagiaanmu, juga
Aku, yang tak ternilai mengagumimu.

5 Juni 2005

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.